Jumat, 09 November 2012

BAB 8 KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG


BAB 8 KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

BAB 8 KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

Konsep Dasar :
Nilai uang yang sekarang tidak akan sama dengan nilai di masa depan. Ini berarti uang yang saat ini kita pegang lebih berharga nilainya dibandingkan dengan nilainya nanti di masa mendatang. Coba bayangkan ketika anda memiliki uang satu juta rupiah di tahun 1970. Dengan uang sebesar itu anda sudah bisa hidup mewah bagaikan milyuner di masa kini. Tahun 1990 uang satu juta sudah mengalami penurunan namun nilai wah dari uang satu juta masih termasuk lumayan dan dapat menghidupi keluarga secara wajar. Namun uang satu juta di masa sekarang jelas sudah tidak ada apa-apanya. Orang yang kaya di jaman dulu disebut juga dengan sebutan jutawan, namun kini sebutan tersebut perlahan menghilang dan digantikan dengan sebutan milyuner. Jika kita melakukan investasi, maka konsep nilai waktu uang harus benar-benar dipahami dan dimengerti sedalam mungkin. Jangan sampai kita tertipu oleh angka-angka yang fantastis, namun di balik angka yang besar itu kenyataannya justru kerugian yang kita dapatkan. Contoh kasusnya adalah jika kita berinvestasi 10 juta rupiah untuk jangka waktu 20 tahun dengan total pengembalian atau return sebesar 50 juta rupiah. Jika kita lihat dari nilai sekarang 50 juta adalah angka yang fantastis dibandingkan dengan 10 juta. Namun setelah 20 tahun berikutnya belum tentu nilai 50 juta lebih baik dibandingkan dengan nilai 10 juta saat ini.
1. Nilai yang akan datang (Future Value)
yaitu nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sejumlah modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat discount rate (bunga) tertentu.
Nilai waktu yang akan datang dapat dirumuskan sbb;
Future Value = Mo ( 1 + i )n
Mo = Modal awal
i = Bunga per tahun
n = Jangka waktu dana dibungakan
2. Nilai Sekarang (Present Value)
Present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang.
Misalkan:
P: Nilai sekarang dari uang sebanyak A
t: Tahun yang akan datang.
r: Tingkat bunga
maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
I = P.r.
dan uang setelah t tahun menjadi :
P + P.r.t = P(1+rt)
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendatang, maka
P(1+rt) = A
3. Nilai masa datang dan nilai sekarang
Nilai sekarang (Present value) merupakan modal dasar dan nilai masa datang (future value) merupakan penjabaran dari bunga majemuk.
4. ANNUITY (Annuitas)
adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat bunga. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
A. Anuitas biasa (ordinary)
adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu dibungamajemukkan.
Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
1. Ordinary annuity
2. Annuity due
3. Deferred annuity.


Rumus dasar future value anuitas biasa adalah sebagai berikut :
FVn = PMT1 + in – 1 i
Keterangan :
FVn = Future value (nilai masa depan dari anuitas pada akhir tahun ke-n)
PMT = Payment (pembayaran anuitas yang disimpan atau diterima pada setiap periode)
i = Interest rate (tingkat bunga atau diskonto tahunan)
n = Jumlah tahun akan berlangsungnya anuitas
Rumus dasar present value anuitas biasa adalah sebagai berikut :
PVn = FVn1 – 1 ( 1 + i ) n i
PVn = Present value (nilai sekarang dari anuitas pada akhir tahun ke-n)

B. Anuitas terhutang
adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
Rumus dasar future value anuitas terhutang adalah :
FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )
Rumus dasar present value anuitas terhutang adalah :
PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )

C. Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

D. Anuitas Abadi
adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i
E. Nilai sekarang dan seri pembayaran yang tidak rata
Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:
Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat diskonto = PMT/r
Langkah 1.
Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di tahun 1:
$100 (0,9434) = $ 94,34
Langkah 2.
Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan diterima anuitas sebesar $ 200 setahun. Dicari dulu anuitas 5 tahun, kemudian kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas 4 tahun dengan pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)
Pvanuitas= $ 200(4,2124-0,9434)
Pvanuitas= $653,80
Langkah 3.
Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7
$1000(0,6651) = $ 665,10
Langkah 4.
Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari langkah 1 hingga langkah 3 tersebut :
$ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24

F. Periode kemajemukan tengan tahunan atau periode lainnya
adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.

G. Amortisasi Pinjaman
Merupakan suatu pinjaman yang akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya ( bulanan , kuartalan , atau tahunan ). Digunakan untuk menghitung pembayaran pinjaman atau angsuran sampai jatuh tempo.
  • Dalam pembayaran angsuran terkandung : pembayaran cicilan hutang dan bunga.
  • Angsuran berupa pembayaran yang tetap seperti anuitas.
  • Pinjaman atau loan, diterima pada saat ini atau present value sehingga konsepnya menggunakan present value annuity (PVIFA).
  • Pembayaran angsuran dapat dilakukan di awal periode atau diakhir periode.
  • Formula dapat disesuaikan dengan antara annuity due atau ordinary annuity.
  • Pada saat jatuh tempo nilai saldo hutang sama dengan nol atau mendekati nilai nol.
  • Pembayaran bunga berdasarkan pada jumlah saldo pinjaman, sehingga bunga dapat semakin menurun.

KESIMPULAN
Dapat kita simpulkan bahwa nilai uang yang sekarang tidak akan sama dengan nilai di masa depan yang berarti uang yang saat ini kita pegang lebih berharga nilainya dibandingkan dengan nilainya nanti di masa mendatang.




Sumber :
•     Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma
•     Amirullah & Hardjanto,imam. 2005. Pengantar Bisnis. Yogyakarta : Graha ilmu.
•     Handoko,T Hani. 1984. Manajemen. Yogyakarta : BPFE
•     http://ums.ac.id

BAB 7 PRODUKSI


BAB 7 PRODUKSI

BAB 7 MANAJEMEN PRODUKSI
  1. 1.     PENGERTIAN PRODUKSI
Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa dari bahan atu sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi. Tanggung jawab produksi sangat berkaitan erat dengan dampak yang besar bagi perusahaan. Oleh karena itu tanggung jawab manager sangat berkaitan erat dalam memutuskan hal penting untuk mengambil keputusan penting untuk mengubah sumber-sumber ekonomi menjadi hasil yang dapat dijual.
Keputusan manager ada dua macam :
  1. Keputusan yang berhubungan dengan desain dari sisitem manufaktur
Menentukan keputusan desain produk barang yang sedang diproses , peralatannya , pembagian tugas , lokasi produksi  dan fasilitas produksi  yang diperlukan maupun lay out fasilitas tersebut agar proses produksi dapat berjalan secara efesien .
  1. Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang
Adapun proses produksi menurut pembagian yang macam-macam digolongkan menjadi  4 golongan :
1)      Sifat Produk
2)      Tipe proses produksi (jangka waktu produksi)
3)      Berdsarkan manfaat yang diciptakan
4)      Teknik (sifat) proses produksi
1.1. Sifat Produk
Sifat produksi menjadikan suatu proses produksi dari suatu produk tertentu akan lain dengan sifat produk yang berbeda.
  • Produk spesifik
Adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan sedangkan jumlahnya hanya terbatas maka proses produksi yang dipakai adalah proses produksi pesanan. Contohnya : Produk meuble , pakain , sepatu dll.
  • Produk Standar
Produk yang akan menjadi keputusan perusahaan yang akan mengakibatkan proses produksi yang dipakai akan berbeda dengan proses produksi untuk produk pesanan. Contonya : Televisi , lemari , sepatu bayi , dll.
1.2. Tipe Proses Produksi
  1. Tipe proses produksi terus menerus (Continuous Process)
Proses produksi yang terus menerus akan terjadi jika perusahaan yang berproduksi membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan peralatan atau mesin dan jenis mesin tersebut itupun hanya bervariasi sedikit.
  1. Tipe produksi terputus-putus (intermitent)
Pola produksi yang  terputus-putus ini terjadi karena sering terhentinya mesin atau alat produksi untuk menyesuaikan dengan keinginan produk akhir yang akan diciptakan.Manfaat yang diciptakan:
  1. Manfaat Dasar (primary utility)
  2. Manfaat Bentuk (form utility)
  3. Manfaat Waktu (time utility)
  4. Manfaat tempat (olace utility)
  5. Manfaat milik (owner ship utility)
1.3. Teknik Proses Produksi:
  1. Proses Ekstraktif
  2. Proses Analitis
  3. Proses Fabrikasi
  4. Proses Sintesis
  5. Proses Assembling
    1. 2.       KEGITAN PRODUKSI
Kegiatan produksi adalah salah satu bagian dari beberapa kegiatan perusahaan disamping kegiatan personalia , keuangan , pemasaran . Berikut masalah masalah yang berkaitan dengan kegiatan produksi diantaranya :
  1. a.       Perencanaan perusahaan
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan produk adalah sebagai berikut :
1)      Manfaat produk bagi konsumen
2)      Permintaan pasar
3)      Potensi pasar
4)      Kemungkinan pengembangan produk dimasa yang akan datang
5)      Kekuatan persaingan , dll
  1. b.      Perencanaan fasilitas fisik produksi
Aspek-aspek perencanaan fasilitas fisik perusahaan terdiri dari :
1)     Penetuan lokasi perusahaan
-          Letak sumber bahan mentah
-          Tenaga kerja
-          Pasar
-          Sikap masyarakat setempat
-          Biaya tanah , perpajakan san sebagainya
2)     Bangunan
-          Jumlah atau luas bangunan
-          Bentuk bangunan
-          Jenis bangunan
-          Model bangunan
-          Kemungkinan perluasan bangunan
-          Areal taman dan parkir
-          Fasilitas bagi karyawan : wc , kamar mandi dan kantin
3)     Perencanaan tata letak fasilitas produk
-          Jarak angkut yang minimum
-          Fleksibilitas ruangan dan layout
-          Kemungkinan perluasan diwaktu yang akan datang
-          Pemaksimumam ruangan dan lay out
-          Keselametan barang yang diangkut bahan mentah , bahan penolong dan banhan jadi
Jenis atau macam lay out dibagi menjadi 3 :
  1. Tata letak produks/garis (Product/Line Lay Out)
  2. Tata letak proses atau fungsional (Proses/Fungsional Lay Out)
  3. Tata letak kelompok (Group Lay Out)
  4. Perencanaan lingkungan kerja

  1. c.       Pengendalian produksi
Adalah berbagai kegiatan dan metode yang digunakan oleh menejemen perusahaan untuk mengelola , mengatur , mengkordinir , dan mengarahkan proses produksi . Pengendalian produksi dapat dilakukan :
  1. Order Control
  2. Flow Control
Tahap dalam pengendalian produksi (fungsinya) :
  1. Pruduction Forecasting
  2. Routing
  3. Schedulling
  4. Dipatching
  5. Follow Up
  6. d.      Pengendalian pesedian dan kualitas produksi
    1. a.       Pengendalian persediaan bahan baku
Masalah-masalah diantaranya :
-          Bagaimana jumlah bahan baku yang tersedia tidak kurang karena akan mengganggu jalannya proses produksi
-          Bagaimana jumlah bahan baku agar jangan terlalu terlebih karena merupakan pemborosan kalau terlalu lama
-          Bagaimana agar biaya ekstra yang digunakan untuk memesan bahan baku yang kurang tidak terlalu merugikan
  1. b.      Pengendalian Kualitas (Quality Control)
Pengendalian kualitas mempunyai kegiatan didalamnya , diantaranya :
-          Menentukan standar kualitas baik dalam hal ukuran , daya tahan , warna , bentuk , harga dengan memakai peralatan yang standar
-          Mencari pemeriksa atau controler yang mempunyai kecakapan yang dibutuhkan baik mengenai pemakain peralatannya atau pemeiharaannya
-          Tujuan pengendalian kulalitas adalah untuk meminimumkan biaya proses prosuksi sehingga dananya dapat dimanfatkan untuk kegiatan yang lebih produktif
  1. c.       Pengendalian Biaya dan Pemeliharaan
    1. Pengendaliaan biaya produksi
    2. Pemeliharaan dan penggantian fasilitas produksi
Jenis kegiatan perusahaan ini sangat tergantung pada pertimbangan-pertimbangan :
-          Daba yang tersedia pada perusahaan
-          Kebijaksanaan yang diambil perusahaan
-          Standar kualitas produk
-          Kemapuan tenaga kerja bagian servis , dsb
  1. e.      Pemeliharaan peralatan                                                                                 

KESIMPULAN:
1. Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa dari bahan atu sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.
2. Keputusan manager ada dua macam
-Keputusan yang berhubungan dengan desain dari sisitem manufaktur
- Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang
3.  Sifat Produk
  • Produk spesifik
  • Produk Standar
4. masalah masalah yang berkaitan dengan kegiatan produksi diantaranya
a. Perencanaan perusahaan
b. Perencanaan fasilitas fisik produksi
c. Pengendalian produksi
d. Pengendalian pesedian dan kualitas produksi
e. Pemeliharaan peralatan                                                                                 



Daftar pustaka:
Widiyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Jakarta: Universitas Gunadarma